kakak sudah besar loooo….

TUHAN DAN HAL – HAL YANG TIDAK BISA DIMENGERTI

Posted by: gitzlosophy on: November 13, 2008

TUHAN DAN HAL – HAL YANG TIDAK BISA DIMENGERTI

Sebagai seorang Kristen yang kebenaran imannya didasarkan pada alkitab ato yang orang awam biasa bilang injil, maka jelas ada saat di mana saya meragukan keabsahan alkitab. Ya, saya mengakui Tuhan itu ada dan kebenaran-Nya mutlak, tapi saat keabsahan alkitab kemudian diobrak abrik , maka kemudian iman saya akan runtuh. Alkitab jelas ditulis oleh manusia, melalui pemikiran manusia, meskipun dalam surat pada Timotius, Paulus bilang kalo ‘Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.’ Jadi, alkitab ditulis melalui dan oleh manusia namun asalnya adalah ilham / wahyu dari Tuhan. Pertama, bagaimana kita bisa tahu bahwa orang – orang tsb benar – benar menulis melalui ilham dari Tuhan. Kedua, mereka kan cuma manusia, yang bisa berbuat kesalahan, bagaimana kita bisa tahu tulisan mereka mengandung kesalahan ato enggak ??

Sebagai seorang Kristen ecek – ecek yang cuma menerima ‘kebenaran’ secara turun temurun, agak susah buat saya buat menjawab pertanyaan itu. Apalagi saya besar dalam keluarga dan lingkungan yang mendidik saya untuk tidak mempertanyakan doktrin – doktrin agama. Dan kemudian saya melalui 3 tahun yang berat dan penuh dengan pertanyaan dan kegelisahan.

Saya dibesarkan dalam keluarga Kristen dengan didikan Kristen. Dan itu artinya, saya telah menerima doktrin tentang surga dan neraka. Dengan jelas diberitahukan bahwa orang baik masuk surga dan orang jahat masuk neraka. Dengan informasi bahwa neraka itu luarbiasa ga enak, ada api 24 jam lah,,ada orang – orang yang kesakitan lah..ada yang bilang berlapis – lapis lahh…dan intinya no way out,,jadi setelah masuk gak akan bisa keluar…Gile ajah…kayak gitu apa gak serem namanya…!!!. Dan selama 12 tahun saya telah memahami itu baik – baik. Saya orang yang paling rajin ke gereja, ikut paduan suara dan saya menikmati berdoa kepada Tuhan sebelum tidur. Yo…jadi good girl lah selam 12 tahun itu…

Lalu kemudian, saya goyah dalam suatu perdebatan yang gak penting dengan seorang teman yang berbeda keyakinan. Dia bilang kalo dia percaya dengan agama yang dia anut sekarang, sampe dia gak takut kalo itu berarti dia akan masuk neraka agama lain. Hmm…saya mikir…dia keliatan sangat yakin dan membuat saya memutuskan untuk meninjau ulang kepercayaan saya kepada Tuhan selama ini. Saat itu, saya SMA.

Sejak saat itu, selama 3 tahun saya selalu gelisah. Setiap saat ada dua suara yang berteriak dalam kepala saya. Dan perkataan ‘mereka’ selalu bertentangan. Di satu sisi saya memahami dengan baik konsep surga dan neraka. Yang mengakibatkan saya enggak bisa berpikir terbuka, menelanjangi kepercayaan saya, nabi – nabi dan Tuhan yang saya percaya. Saya merasa bersalah bahkan hanya dengan berpikir bahwa semua itu ‘mungkin’ salah. Selalu ada malam – malam di mana saya mengalami insomnia, gak bisa tidur. Seorang pendeta dalam khotbah hari Minggu mengatakan bahwa kematian gak bisa ditebak kapan datangnya. Dia bilang ada seorang remaja yang dia temui di gereja suatu hari dalam kondisi sehat – sehat aja, namun kemudian beberapa saat kemudian remaja tsb meninggal saat pulang dari gereja. Sumpah, saya takuuutttt banget. Setiap saat saya bisa aja mati, dan saat itu saya masih belum yakin apakah saya akan ‘aman’ setelah saya mati nanti. Akibatnya : saya takut memejamkan mata, karena saya takut kalo besok pagi saya mungkin ga bisa bangun. Dan seperti sebuah algoritma if-else, akan muncul 2 pilihan.

a)Ternyata iman saya selama 12 tahun sebelumnya itu benar, dan setelah tiba di pintu surga, Tuhan Yesus yang menyambut di pintu Surga bilang, “Aku tidak mengenalMU”. Dan saya berusaha meyakinkan dengan bla..bla..bla…Tuhan saya rajin sekolah minggu, pelayanan, bla..bla..bla..Lalu mungkin Tuhan akan menjawab balik,” Masa sih? Trus kok selama 7 tahun terakhir ini, kamu menolak berbicara dan curhat denganKU, kamu lebih mempercayai dunia yang jelas – jelas gak bisa dipercaya, bahkan kamu meragukan KEBERADAANKU? KEBENARAN FIRMANKU?” Dan shuh………saya diterbangkan langsung ke neraka untuk kemudian bernasib sama dengan orang kaya yang minta tolong sama Lazarus. Intinya : saya masuk neraka. Dan SAYA MASUK NERAKA…yang one gate system itu,,dengan kondisi : gada exit…NO WAY OUT, JUST IN…

b)Ternyata iman saya selama 12 tahun sebelumnya itu emang salah. Dan kemudian, saya menderita dan masuk neraka bersama dengan keluarga dan temen – temen di gereja saya. Intinya : saya tetep masuk neraka. HUH!
Setengah mati kemudian saya berusaha ‘memahami’ Tuhan. Buat apa dia menciptakan saya ? Apa karena Dia bosen, lalu kemudian memutuskan untuk menciptakan alam dan manusia untuk menyembah Dia. Apa saya ini cuman mainannya Tuhan ??

Tuhan manakah yang benar ? tuhan agama x atau Tuhan yang selama ini saya percaya ?

Hmm,, saya terus menerus bertanya sampai akhirnya saya mendapati suatu fakta bahwa.

  1. Pasti ada ‘sesuatu’ atau ‘seseorang’ yang mendasari penciptaan alam semesta ini. Bayi dilahirkan oleh ibu, tidak muncul begitu aja. Begitu juga alam semesta gak muncul begitu aja, ia pasti ‘dilahirkan’ oleh ‘seseorang’.
  2. Bisa aja kok saya gak percaya adanya ‘tuhan’ namun kemudian akan sulit buat saya untuk menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di sekitar saya. Bahkan akan sulit buat saya untuk menjelaskan keberadaan saya. Hm…scary……
  3. Bisa aja kok saya percaya bahwa ‘tuhan’ adalah energy ataupun ‘tuhan’ bukan Tuhan yang saya percaya selama ini. Namun bagaimana saya bisa menjelaskan kenapa saya terus – menerus ‘dipaksa’ untuk mengetahui berbagai kebenaran tentang Dia selama 3 tahun ini ? Kenapa setiap kali saya ‘kabur’ kemudian saya selalu ‘ditarik’ kembali, oleh suatu kuasa yang aneh dan tidak bisa dijelaskan secara logis, untuk tetap pada tempat yang saya injak selama 12 tahun sebelumnya??
  4. Bisa aja kok saya gak percaya pada Tuhan karena tidak bisa saya pahami secara rasional. Tapi bukankah air laut enggak bisa dimasukin semuanya ke dalam sebuah gelas air ?
  5. Bisa aja kok saya memilih untuk tidak percaya, tapi kalo dengan pilihan itu, selama 3 tahun ini kayaknya ada yang kosong dalam hidup saya dan gak bisa diisi dengan hal lain selain tentang Tuhan, lalu kenapa saya harus gak percaya?
  6. Mengutip tulisan Ayu Utami dalam parasit lajang :
    1. Manusia butuh ‘sosok’ untuk disembah dan dipuja – puja. Bukti : artis dan fans, presiden dan partai, dsb
    2. Lebih baik saya berlangganan Tuhan yang telah teruji ribuan tahun daripada menyembah tuhan baru yang belum jelas ketahanannya.

Yo gak tepat kayak gitu juga sih…cuman, kayaknya udah natur manusia buat menyembah…jadi biarpun ga suka,,kayaknya itu udah bukan sesuatu yang bisa saya bantah atau ubah…

Masalahnya adalah tuhan yang mana?? Nah, kembali pada no 3. Inilah Tuhan yang saya pilih, saya percayai. Mungkin mang saya gak bisa melihat dan membuktikan Tuhan, namun saya bisa melihat, melakukan dan membuktikan kebenaran-Nya…saya rasa itu cukup…

Epilog : Well, ‘pelajaran moralnya’ sih, mungkin…

  1. Tuhan memang ada dan Dia memang menciptakan saya. Entah untuk apa. Tapi seperti kata mamah saya, mungkin selembar kertas yang kosong gak lebih bagus ato lebih berfaedah dibandingkan sebuah kertas yang udah dihiasi oleh sebuah sketsa yang bagus.
  2. Tuhan susah untuk dimengerti, dan sejauh ini hanya bisa saya pahami melalui sekilas – sekilas peristiwa kehidupan saya dan orang – orang yang ada di sekitar saya. Tapi bukan berarti Tuhan ga bisa dimengerti.
  3. Take the risk! Kalo saya ga memutuskan untuk ‘meninjau ulang’ iman saya, membongkar dan menata ulang pemahaman saya, mungkin saya gak bisa sampai di titik ini. Mungkin saya akan gila, hidup kacau ato hidup tanpa paham kenapa.

1 Response to "TUHAN DAN HAL – HAL YANG TIDAK BISA DIMENGERTI"

That’s exactly what I mean.

E, aq bar konser ki, ck3..ra lego tp..ra maksimal.

Udh gt pujaan hatiku sing takgawe2ke lagu kae dtg dlm bntuk ayu bnget..ck3..dan itu adlh bncana..mrakke kpikiran trs, ck3..

kw luwih betah nulis dawa y. haha..

Leave a Reply