kakak sudah besar loooo….

bwaT AndRa..(dan yang laen yang butuh)

Posted by: gitzlosophy on: January 9, 2008

Pendahuluan

Industri bangunan merupakan sesuatu yang unik dalam banyak hal. Terdapat alasan-alasan yang tepat untuk bentuk yang unik ini. Tuntutan-tuntutan pasar yang berfluktuasi dan tak dapat diramalkan menghendaki agar industri bangunan tersebut dapat memperluas dan mengerut tanpa akibat keuangan yang mendatangkan bencana. Di samping itu, komstruksi melibatkan banyak pengetahuan tentang keadaan setempat: pasarlahan, peraturan bangunan dan peraturan pembagian wilayah, serta penyediaan tenaga kerja dan bahan-bahan. Karena membangun terutama merupakan pekerjaan setempat, ia harus tanggap akan kondisi-kondisi ekonomi setempat maupun fluktuasi-fluktuasi nasional, seperti suku bunga untuk pinjaman jangka panjang.

Berikut akan disajikan mengenai profil industri bangunan, para pesertanya, organisasinya, peranan arsitek di dalamnya juga harapan di masa mendatang mengenai industri bangunan.

 

Profil Industri Bangunan

Industri bangunan merupakan sebuah industri local yang memiliki hubungan sementara dalam kerjasama pelaku di dalamnya. Dalam industri bangunan, tiap proyek merupakan peristiwa tersendiri yang sering menghimpun para peserta utamanya untuk pertamakalinya: pemilik, arsitek, insinyur, kontraktor, dan subkontraktor. Ia termasuk industri local dikarenakan banyak hasil bangunan yang tak dapat dikirimkann melalui jarak yang jauh. Hal ini disebabkan oleh biaya pengiriman produk-produk yang besar atau berat tidak menunjukkan penghematan yang dapat terjadi oleh produksi terpusat.

Industri bangunan memiliki variasi dalam beban kerja untuk perusahaan. Kerja perusahaan diperoleh secara beruntun, satu atau beberapa proyek pada suatu waktu tertentu, atas dasar persaingan dengan perusahaan-perusahaan lain. Jadi kegagalan keuangan pada suatu proyek tunggal dapat berarti kegagalan bagi perusahaan kecil tersebut.para klien sering menginginkan agar proyek dapat dimulai secepat mungkin sesudah para pesertanya dipilih. Bersama-sama, factor-faktor ini menghasilkan suatu beban kerja dengan fluktuasi luas untuk peserta-peserta industri, yang pada gilirannya menyebabkan pemberhentian dan penyewaan kembali personel secara berulang-ulang. Profesi arsitektur tidak terorganisasi dengan baik untuk menanguulangi fluktuasi-fluktuasi ini. Sering prusahaan arsitektur terpaksa mempertahankan dan menggaji staf yang mamp pada masa-masa sepi dan sebaliknya. Tetapi, pemberhentian dan penambahan staf adalah biasa untuk proyek-proyek utama.

Beban kerja masing-masing perusahaan selanjutnya dipengaruhi oleh fluktuasi kegiatan bangunan yang menyeluruh. Fluktuasi musiman, walaupun dapat diramalkan, menciptakan persoalan- persoalan yang berkelanjutan untuk semua pkerjaan bangunan di daerah-daerah yang cuacanya menghemat pembangunan. Fluktuasi ekonomi setempat sring kurang dapat diramalkan, sedangkan fluktuasi ekonomi nasional saling tumpang-tindih dengan kondisi-kondisi setempat.

Industri bangunan bersifat padat karya; investasi modal untuk setiap pekerja termasuk rendah disbanding dengan industri-industri utama lain di Amerika Serikat.tentulah, suatu investasi modal yang rendah berarti bahwa penurunan beban kerja tidak akan meninggalkan kontraktor yang investasi utamanya adalah pekerja pabrik dan perlengkapan yang tidak produktif.

 

Peserta Industri Bangunan

Peserta industri bangunan meliputi 10 golongan. Berikut dijelaskan masing-masing golongan tersebut.

Pemilik.

Ia merupakan tokoh kunci dalam proses pembangunan, tetapi sering diabaikan dalam pembicaraan tentang subyek tersebut. Ia memulai proyek pembangunan dan tiap tahap membuat keputusan-keputusan yang mengendalikan hasil akhir. Para pemilik yang membangun untuk pertamakalinya biasanya terperanjat akan kenyataan dalam proses mana mereka menjadi terlibat. Para pemilik yang lebih berpengalaman dalam membanguna berada dalam keadaan yang lebih baik untuk mengelola dan menghindari kesulitan-kesulitan. Manajer-manajer proyek ini sudah mengetahui seluk beluk proses pembangunan dan pentingnya peranan mereka sebagai pemilik. Fungsi mereka adalah untuk memilih pendekatan yang paling cocok dengan sasaran pemilik untuk proyek tersebut.

Pemakai.

Banyak orang yang menggunakan bangunan tidak memilikinya. Sering mereka berbeda dengan para pemilik dalam pandangan mereka mengenai rancangan yang cocok. Walaupun pemilik dan pemakai tidak selalu bentrok mereka sering berbeda pandanagn dan hal ini masuk akal. Tetapi, para pemakai jarang secara langsung berperan serta dalam keputusan-keputusan proyek; karena itu, mereka harus mempercayakan kepentingan mereka pada pertimbangan sang arsitek.

Arsitek. Peran tradisional dari arsitek adalah merancang bagunan-bangunan yang mencerminkan kepentingan klien dan umum. Ia biasanya bekerja untuk pemilik bangunan berdasarkan upah, biasanya dihitung sebagai persentase dari biaya bangunan. Arsitek mungkin memberikan jasa-jasa tambahan termasuk telaah-telaah pendahuluan dan pemrograman, penyelidikan tapak, telaah-telaah perekayaan khusus, dan manajemen konstruksi.

Konsultan.

Ia memberikan pengetahuan dan ketrampilan khusus untuk melengkapi pengetahuan dan ketrampilan arsitek. Biasanya mereka disewa langsung oleh dan bertanggungjawab kepada arsitek. Hampir semua konsultan yang tetap dipakai para arsitek melakukakn jasa-jasa perekayasaan-struktural, mekanikal, elektrikal, sanitasi, dan sipil. Pada proyek-proyek tertentu, seperti teater, mungkin diperlukan konsultan akustik dan tata cahaya.

Petugas bangunan.

Untuk memulai konstruksi, arsitek harus menyerahkan gambar-gambar akhir dan perinciannya kepada para pejabat setempat yang memeriksa dokumen-dokumen tersebut dan mengeluarkan izin bangunan. Sesudah bangunan selesai, pemeriksaan akhir dilakukan oleh pejabat-pejabat setempat ini, dan mereka mengeluarkan izin penghunian. Yang terutama menjadi perhatian para petugas bangunan adalah bahwa bangunan tersebut memenuhi syarat-syarat kesehatan dan keamanan, terutama yang sehubungan dengan keamanan structural dan kebakaran, maupun syarat-syarat pembagian wilayah dan tata guna lahan setempat. Jenis-jenis peraturannya, antara lain Recommended National Building, Uniform Building Code, Southern Building Code, dan Basic Building Code.

Lembaga peminjaman.

Bagian penting dari biaya suatu bangunan adalah biaya peminjaman bangunan uang. Lembaga yang memberi pembiayaan bangunan, biasanya sebuah bank niaga, menghendaki bahwa komitmen-komitmen untuk pembiayaan jangka panjang dilakukan sebelum dimulainya pembangunan. Ini menjamin bahwa pinjaman pembangunan akan dilunasi oleh hipotek jangka panjang setelah proyek selesai. Karena itu, lembaga yang memberi hipotek jangka panjang sangat memperhatikan kesehatan keuangan proyek tersebut.pemberi pinjaman hipotrk memeriksa proyek tersebut dengan seksama sebelum pembangunan dimulai guna menjamin bahwa proyek tersebut akan mempunyai nilai yang membenarkan pembiayaan. Diperolehnya proyek dari si peminjam dapat merupakan langkah yang menentukan dalam proses pembangunan.

Perusahaan asuransi.

Semua peserta dalam proses pembangunan prihatin kalau-kalau terjadi peristiwa yang tak berjalan seperti yang dibayangkan. Dalam banyak hal, mereka mengambil asuransi untuk berjaga-jaga terhadap keadaan tak terduga. Pemilik umumnya bertanggung jawab atas asuransi kebakaran dan pertanggungjawaban selama tahap pembangunan. Para kontraktor dan subkontraktor membeli asuransi untuk memberi perlindungan kalau-kalau mereka dinyatakan bertanggungjawab ats cidera atau kerugian harta milik. Arsitek dan konsultan-konsultan lain memiliki asuransi kekeliruan dan kelalaian untuk melindungi diri terhadap tuntutan hokum yang menyatakan bahwa tanggung jawab atas kekeliruan- kekeliruan perancanagn dan pembangunan terletak pada mereka. Kalaupun tidak mungkin untuk menetapkan berapa bagian dari jumlah keseluruhan biaya pembangunan yang diperlukan untuk baiaya asuransi, keprihatinan akan risiko pada semua peserta jelas diwujudkan ke dalam bagian yang penting, yang akhirnya dibayar oleh si pemilik.

Kontraktor umum.

Pada hampir semua prpyek bangunan utama, pembangunan ditanggualangi oleh seorang kontraktor tunggal yang dipilih melalui proses penawaran bersaing. Kontraktor umum biasanya memiliki kejuruan pokok yang langsung dapat bekerja untuk mereka. Suatu proyek rata-rata mungkin melibatkan 25 subkontraktor yang berbeda-beda, yang semuanya disewa, dikelola, dan dibayar oleh kontraktor umum. Fungsi pokok kontraktor umum, terutrama pada pekerjaan-pekerjaan besar adalah mngelola pekerjaan pembangunan yang dilakukan oleh pihak-pihak lain. Ini meliputi pengkoordianasian tawaran awal, perencanaan dan penjadwalan proyek, supervisi pekerjaan di lokasi, pengkoordinasian pekerjaan yang meliputi lebih dari seorang subkontraktor, dan mengawasi pengendalian mutu.

Kontraktor bidang khsus. Banyak kontraktor yang mengkhususkan diri dalam bidang-bidang tertentu dalam konstruksi gedung. Diantaranya :

Kontraktor pekerjaan pemasangan pipa, alat pemanas, dan air conditioning

Kontraktor mencat, temple kertas, dan dekorasi

Kontraktor listrik

Kontraktor tukang batu, pemasangan batu, dan pekerjaan batu lainnya

Kontraktor plester, tembok kering, dan pekerjaan isolasi

Kontraktor teraso, ubin, marmer, dan masak

Kontraktor pertukangan kayu

Kontraktor memasang lantai dan pekerjaan lantai lainnya

Kontraktor mengerap dan memasang pelat logam

Kontraktor memasang beton

Kontraktor mengebor sumur air

Kontraktor memasang baja struktur

Kontraktor memasang kaca dan penggelapan

Kontraktor penggaliandan memasang pondasi

Kontraktor pengangkutan barang rusak dan pembongkaran

Kontraktor memasang perlengkapan bangunan N.E.C

Kontraktor-kontraktor pekerjaan khusus N.E.C

- Fabricator.

Fabricator produk-produk bangunan umummya adalah perusahaan setempat yang mengolah dan merakit bahan-bahan yang dihasilkan orang lain. Dalam beberapa hal, fabricator juga merupakan pemasok bahan-bahan, seperti tempat penjualan kayu yang menghasilkan rangka penunjang prafabrikasi.

- Peserta tak langsung.

Terdapat peserta lain lagi yang banyak sekali menyumbang secara tidak langsung kepada industri bangunan. Antara lain, perwakilan penelitian dan pengujian, para peneliti perilaku-lingkungan, industri informasi, dan para pendidik dalam semua ilmu industri bangunan.

Organisasi Proses Pembangunan

Peranan Arsitek dalam Industri Bangunan

Harapan di Masa Mendatang mengenai Industri Bangunan

 

*> Ni emang bluM slesei..waktu aQ dapet dari Ita juga udaah kayak begiNi…

Leave a Reply